Kamis, 16 April 2026

Follow us:

infobrand

Kolaborasi Brand Pantene dalam Film Para Perasuk

Kolaborasi brand Pantene dalam film Para Perasuk menunjukkan strategi pemasaran berbasis storytelling yang terintegrasi.

Kolaborasi Brand Pantene dalam Film Para Perasuk Anggun dan Maudy Ayunda dalam film Para Perasuk sebagai bagian dari kolaborasi brand Pantene.

INFOBRAND.ID, Jakarta – Kolaborasi antara industri hiburan dan brand semakin berkembang dengan pendekatan yang lebih strategis dan terintegrasi. Hal ini terlihat dalam keterlibatan Anggun dan Maudy Ayunda dalam film Para Perasuk, di mana keduanya tidak hanya tampil sebagai aktris, tetapi juga berperan sebagai brand ambassador Pantene. Kolaborasi ini mencerminkan bagaimana brand Pantene memanfaatkan medium film untuk memperkuat komunikasi pemasaran secara lebih kontekstual.

Dalam perspektif komunikasi pemasaran, kolaborasi ini menunjukkan pergeseran dari pendekatan endorsement konvensional menuju integrasi naratif. Anggun dan Maudy tidak hanya membawa brand secara visual, tetapi juga menghidupkan nilai brand melalui karakter dan cerita yang mereka perankan. Pendekatan ini memungkinkan brand Pantene hadir secara lebih alami dalam alur cerita, tanpa mengandalkan promosi yang bersifat langsung.

Pada momentum promosi film, brand Pantene memanfaatkan kesesuaian antara karakter dalam film dan aktivitas nyata para talent. Anggun dan Maudy digambarkan sebagai perempuan dengan mobilitas tinggi yang tetap menjaga performa personal, termasuk kesehatan rambut, meskipun berada dalam kondisi syuting yang menantang. Strategi ini memperkuat positioning brand melalui representasi yang relevan dengan kehidupan target audiens.

IKLAN INFOBRAND.ID

inject article ibos 1 - 2026

Anggun, yang memerankan karakter “Guru Asri”, menjalani proses artistik yang cukup kompleks. Dalam perannya, ia harus merekam lebih dari 20 mantra berbeda dalam satu kali pengambilan suara atau one take. Setiap mantra terinspirasi dari karakter roh hewan yang berbeda, sehingga menuntut eksplorasi vokal dan pendalaman emosi secara intens. "Aku harus belajar menangkap setiap energi dengan cepat dan jujur, berpindah dari satu karakter roh ke roh lainnya dalam satu tarikan napas,” ungkap Anggun.

Proses kreatif tersebut juga melibatkan pendekatan unik dari sutradara Wregas Bhanuteja, yang menggunakan gerakan tari untuk membantu memancing emosi saat proses rekaman berlangsung. Bagi Anggun, keterlibatan dalam film ini menjadi bagian dari pengembangan kariernya, yang sebelumnya dikenal luas sebagai musisi global, kini merambah ke dunia seni peran dengan pendekatan yang lebih eksploratif.

Sementara itu, Maudy Ayunda menghadapi tantangan fisik dalam proses produksi film. Dalam beberapa adegan, ia harus menjalani pengambilan gambar berulang kali dalam kondisi ekstrem, termasuk adegan mandi lumpur. Situasi tersebut memberikan tekanan tersendiri, baik secara fisik maupun dalam menjaga performa visual sebagai figur publik.

Dalam konteks ini, brand Pantene hadir secara organik melalui narasi yang relevan. Pengalaman para talent dalam menjaga kondisi rambut di tengah situasi ekstrem menjadi bagian dari storytelling yang mendukung pesan produk. Pendekatan ini mencerminkan strategi komunikasi pemasaran berbasis cerita, yang mengedepankan pengalaman nyata dibandingkan promosi langsung.

IKLAN INFOBRAND.ID

Inject Article IBOS 3 - 2026

Film Para Perasuk sendiri menghadirkan pendekatan berbeda dibandingkan film horor pada umumnya. Disutradarai oleh Wregas Bhanuteja, film ini mengangkat tema hubungan manusia dengan dunia spiritual melalui perspektif budaya, khususnya representasi roh hewan dalam ritual lokal. Elemen suara dan atmosfer menjadi komponen utama dalam membangun pengalaman sinematik yang ditawarkan kepada penonton.

Dari sisi pengakuan internasional, film ini berhasil masuk dalam ajang Sundance Film Festival. Pencapaian tersebut menunjukkan bahwa Para Perasuk memiliki nilai sinematik dan budaya yang mendapat perhatian di tingkat global. Hal ini sekaligus memperkuat konteks kolaborasi brand Pantene yang terintegrasi dalam karya dengan kualitas produksi dan narasi yang kuat.

Kolaborasi ini menggambarkan bagaimana brand Pantene memanfaatkan platform hiburan sebagai medium komunikasi yang relevan dan kontekstual, sejalan dengan perkembangan strategi pemasaran yang semakin mengedepankan storytelling dan pengalaman audiens.


Share This Article!

Video Pilihan dari INFOBRAND TV